Setiap kali tim mengunjungi spot Dengkeng problematika selalu sama, setelah ikan berhasil hook up selalu terlepas beberapa saat sebelum naik kepermukaan. Ini terjadi untuk ikan-ikan berukuran besar. Kemungkinan karakteristik karang memiliki sap bertingkat sehingga pada saat ikan hampir sampai dipermukaan, masih ada tonjolan karang tajam yang mengakibatkan tali braided terputus karena gesekan dan kekuatan tarikan ikan.
30 Juni 2013 pada saat kesekian kali tim mengunjungi spot ini kejadian terulang kembali. Strike ikan monster hanya tinggal cerita dongeng belaka ( bagi kami dan mungkin pemancing lainya berprinsip.. ndak ada ikan kalo ndak ada bukti.. ) Namun kekecewaan sedikit terobati 2 baby GT dengan nyamanya berayun menempel dikiri-kanan sepeda motor menemani perjalanan pulang kami. Hidup Mancing !!
Kamis, 11 Juli 2013
Kamis, 17 Januari 2013
Pemanasan Menawan Awal Tahunan
Sudah menjadi kebiasaan ( dan mungkin kebiasaan pemancing lainya) pada saat musim penghujan aktivitas memancing mulai intens dilakukan. Hal ini dimungkinkan pada musim ini ikan-ikan predator menuju tepi lautan karena siraman air hujan menghangatkan.
Pemanasan!..mungkin kata ini paling tepat dipilih mengawali perjalanan mancing kali ini. Spot yang dituju bukanlah spot perawan melainkan spot yang selalu terlihat ramai bekas jejak kaki manusia. Spot Bonang, kali ini menjadi pilihan.
Diawali dengan sebuah kejutan, satu sambaran ikan yang sempat meliukkan joran, namun gagal dinaikkan.
Kejutan kedua, ikan kampur berhasil dinaikan bobot kurang lebih 5 kg.
Kejutan ketiga, ikan target berhasil dinaikkan GT bobot 17 kg !
Satu pemanasan yang menawan. Pemanasan dari rencana rentetan panjang perjalanan mancing di tahun Ular ini. Selamat tahun baru 2013. Salam strike!!!
Kamis, 12 April 2012
Spot Bonang, GT lagi - GT lagi !
Rabu 12/4/12. Mengutip obrolan ringan kami hari ini ditemani secangkir teh. "Tumben banyak ikan yang makan umpan akhir-akhir minggu ini" seseorang menambahkan. "Ya..selama penghujan kemarin sepi ndak ada sambaran ikan, ini mau mongso ketigo ikan-ikan malah mau makan umpan" seseorang menjawab. "Paling kebetulan saja ikan-ikan pas kepinggir terus lihat umpan langsung disikat!"..satu lagi menambahkan "Ora lho..Paling kemarin Aceh ada gempa ikannya pada lari ketakutan kesasar sampai pulau Jawa lihat umpan kelaparan langsung dimakan" seseorang yang sok tau menambahkan. "Gini lho, ini kan udah mau pergantian musim," seseorang lagi langsung menyela cepat "Pergantian musim durian ke musim duku?" seseorang yang sok tau kembali menjawab "Sik to..maksudnya pergantian musim itu ikan-ikan pada migrasi mencari tempat yang airnya masih hangat, nah selama perjalanan panjang migrasi itu ikan-ikan pada mampir kepinggir mencari makan" seseorang yang tadi menyela kembali menambahkan "Wow yo bener, ibaratnya orang piknik itu ditengah perjalanan sering mampir-mampir cari makan, ee ngak taunya yang dimakan ternyata umpan"
Tentu saja obrolan ringan itu hanyalah teori tak berdasar berlandaskan pondasi intuisi alias kira-kira.Namun yang jelas fenomena ini benar-benar terjadi. Dalam catatan kami diminggu ini dibeberapa tempat ikan-ikan berhasil dinaikkan.(terlepas kabar itu nyata atau isapan jempol semata). Dan ini fakta, di hari rabu kemarin team berhasil strike dua GT spot Jeglug, disaat yang sama satu monster GT 23 kg berhasil diangkat dari spot Bonang. Fenomenal..! (wgm.)
SPOT JEGLUG, Dejavu Nyata
Rabu 11/4/2012. Perburuan Wogiman kembali memakan korban. GT 17 & 10 kg berhasil dieksekusi dari lokasi spot Jeglug yang notabene kerap dikunjungi pemancing lokal maupun luar daerah.
Dejavu (suatu keadaan dimana seolah-olah kita pernah mengalami hal serupa sebelumnya) yang biasanya terjadi dalam keadaan maya namun kali ini benar-benar nyata. Bagaimana tidak, spot jeglug masih segar dalam ingatan saat dalam semalam menyajikan dobel strike kali ini terulang kembali. Setidaknya ada dua kemiripan antara perjalanan mancing beberapa bulan yang lalu dengan rabu malam kemarin di spot ini.
Pertama, Keduanya merupakan perjalanan "Glitik" atau mancing sesa'at dimulai dari jam 9 malam berakhir menjelang pagi. Kedua, Terjadi persamaan double strike dalam sesi perburuan ini. Perjalanan pertama menghasilkan GT 25 & 20 kg sedangkan perjalanan kemarin berhasil mengawinkan GT 17 & 10 kg. Suatu kebetulan yang tentusaja terbangun dari proses ketidaksengajaan. Namun demikian yang terjadi adalah nyata adanya. Sehingga tidaklah berlebih fenomena dejavu seseorang yang biasanya maya, kali ini nyata adanya. (wgm.)
Senin, 09 April 2012
Bingkisan ringan spot Grindan
![]() |
Selasa, 20 Maret 2012
SPOT DLUWUK & Upaya pemecahan rekor
Menelaah catatan panjang perjalanan mancing kami, ada satu hal menarik untuk dicermati. Catatan tentang berat ikan yang berhasil kami naikkan rata-rata dikisaran 17 hingga 23 kg. Ikan terberat masih terpatri di angka 27 kg, GT pantai Pakis. Hingga perjalanan kemarin ke spot Dluwuk memberikan asa akan terciptanya rekor baru.
Sabtu,17 Maret 2012 berempat kami mengunjungi pantai Dluwuk. Pantai yang berada disebelah barat kawasan wisata pantai Baron ini beberapa kali menyajikan jamuan strike yang layak dinikmati. Diawali dengan perjalanan santai menelusuri jalan Wonosari - Baron dilanjutkan trak jalan kaki menelusuri pantai kurang lebih satu kilometer dibantu porter akhirnya tiba dilokasi.
Bergegas kami menyiapkan tenda sementara beberapa rekan lainya sibuk mencari lubang tempat kami menancapkan piranti andalan joran beachcast yang setia menemani. Waktu menunjuk pukul 8 malam seperti biasa terasa cepat berlalu meskipun 3 jam sudah kami menunggu. Kuarahkan sejenak senterku menerangi riuhnya pecahan ombak. Hemm..airnya agak keruh banjir sungai yang bermuara dipantai baron kemungkinan mulai menyebar ke spot kami. Namun keruhnya air ternyata tidak sertamerta membuat keruh semangat kami. Joran tetap kami lempar, umpan berkali-kali tetap kami ganti. Mungkin dalam hati masing-masing memiliki satu visi yang selalu seragam bila didiskusikan: Yaa.. daripada wedangan neng omah, sekali-kali wedangan neng pinggir segoro ( kata-kata stimulan untuk menghibur diri misal tidak ada sambaran ikan..)
Kurang lebih pukul 10 malam disaat mata mulai rapuh tiba-tiba terdengar teriakan : " Reel-e sopo kae munii !!.. Sontak bersama-sama kami terbangun menyasar pandang satu persatu kearah joran yang terpancang dan terlihat satu joran meliuk tajam dan Strike!!.
Eksekusi dimulai!..manuver ikan terlihat liar mengarah tak beraturan. Kompa!..Kompa! semakin dikompa ikan semakin berontak tak karuan pertanda bukan ikan sembarangan. Pertarungan terus berlangsung tiap kali ikan sampai kepinggir lautan dan jangkar telah disiapkan, seperti dihentak ikan kembali ketengah lautan.
Benar-benar ikan yang tak kenal menyerah karakter seperti ini biasnya hanya dimiliki oleh ikan-ikan bobot diatas 20 kiloan. Akhirnya setelah kurang lebih 30 menit melakukan pertarungan jangkar bisa kami turunkan dan ikan berhasil kami naikkan dan Woow..ternyata benar..bukan ikan sembarangan ! GT besar berhasil kami naikkan bobot perkiraan saat itu 30 kiloan ditilik dari besarnya ikan dan pengalaman merasakan beratnya menjangkar ikan. Harapan rekor baru akan timbul, rekor lama terpecahkan! Malam itu ikan langsung kami simpan, esok hari akan ditimbang menghilangkan rasa penasaran.
Esok hari kami berkemas lebih cepat satu monster GT dan bluefin tuna bobot sedang berhasil kami bawa pulang. Tiba di basecamp ikan langsung kami timbang tertunjuk angka ditimbangan 24.5 kg. Upaya pemecahan rekor yang tertunda, "GT monster Pakis ternyata engkau masih yang terhebat!..Team,genderang berburu mulai bertalu!..Tetap Semangat!
Minggu, 12 Februari 2012
SPOT JEGLUG, Iseng-iseng berhadiah
Sebelumnya,tak ada rencana mancing ketika akhirnya sore kami memutuskan mengunjungi spot ini. Dengan persiapan terbatas, bekal apa adanya dan umpan sisa-sisa bertiga kami mengunjungi spot ini.
"Glitik" istilah jawa yang bila didiskripsikan dalam kontek memancing kurang lebih - berangkat mancing hanya sebentar saja tanpa menginap dilokasi, biasanya karena benturan waktu yang terbatas tapi keinginan mancing tiba-tiba muncul.
Kurang lebih pukul 21.00 kami mengawali perjalanan "glitik" kami. Spot yang dituju pantai Jeglug yang terletak disebelah barat obyek wisata pantai Baron. Spot ini ditilik dari sudut pandang teknik pancing karangan tidaklah terlalu istimewa mungkin pertimbangan jarak tempuh yang tidak terlalu jauh menjadi pilihan utama pada saat itu. Kurang lebih 15 menit selesai umpan awal dilempar, sambutan istimewa langsung kami terima! GT 25 kg berhasil kami naikkan. Selang beberapa menit pada saat nafas masih memburu, umpan kembali disambar ikan dan Strike! namun sayang belum sempat ikan terangkat keatas tali terlanjur terputus. Namun tampaknya dewi fortuna benar-benar berpihak sepanjang malam itu, berkali-kali sambaran ikan terjadi begitu cepat dan strike untuk kesekian kalinya GT 20 kg berhasil kami naikkan.! Sayang, karena keterbatasan umpan dan minimnya bekal memaksa kami mengakhiri petualangan saat itu. Ya..petualangan semalam yang tak terlupakan. Petualangan singkat namun penuh berkat.! Dua monster GT menemani perjalanan pulang kami.
"Glitik" istilah jawa yang bila didiskripsikan dalam kontek memancing kurang lebih - berangkat mancing hanya sebentar saja tanpa menginap dilokasi, biasanya karena benturan waktu yang terbatas tapi keinginan mancing tiba-tiba muncul.
Langganan:
Postingan (Atom)



.jpg)
.jpg)



