Kamis, 12 April 2012

Spot Bonang, GT lagi - GT lagi !

     Rabu 12/4/12. Mengutip obrolan ringan kami hari ini ditemani secangkir teh. "Tumben banyak ikan yang makan umpan akhir-akhir minggu ini" seseorang menambahkan. "Ya..selama penghujan kemarin sepi ndak ada sambaran ikan, ini mau mongso ketigo ikan-ikan malah mau makan umpan" seseorang menjawab. "Paling kebetulan saja ikan-ikan pas kepinggir terus lihat umpan langsung disikat!"..satu lagi menambahkan "Ora lho..Paling kemarin Aceh ada gempa ikannya pada lari ketakutan kesasar sampai pulau Jawa lihat umpan kelaparan langsung dimakan" seseorang yang sok tau menambahkan. "Gini lho, ini kan udah mau pergantian musim," seseorang lagi langsung menyela cepat "Pergantian musim durian ke musim duku?" seseorang yang sok tau kembali menjawab "Sik to..maksudnya pergantian musim itu ikan-ikan pada migrasi mencari tempat yang airnya masih hangat, nah selama perjalanan panjang migrasi itu ikan-ikan pada mampir kepinggir mencari makan" seseorang yang tadi menyela kembali menambahkan "Wow yo bener, ibaratnya orang piknik itu ditengah perjalanan sering mampir-mampir cari makan, ee ngak taunya yang dimakan ternyata umpan" 
     Tentu saja obrolan ringan itu hanyalah teori tak berdasar berlandaskan pondasi intuisi alias kira-kira.Namun yang jelas fenomena ini benar-benar terjadi. Dalam catatan kami diminggu ini dibeberapa tempat ikan-ikan berhasil dinaikkan.(terlepas kabar itu nyata atau isapan jempol semata). Dan ini fakta, di hari rabu kemarin team berhasil strike dua GT spot Jeglug, disaat yang sama satu monster GT 23 kg berhasil diangkat dari spot Bonang. Fenomenal..!  (wgm.)






SPOT JEGLUG, Dejavu Nyata

Rabu 11/4/2012. Perburuan Wogiman kembali memakan korban. GT 17 & 10 kg berhasil dieksekusi dari lokasi spot Jeglug yang notabene kerap dikunjungi pemancing lokal maupun luar daerah.
     Dejavu (suatu keadaan dimana seolah-olah kita pernah mengalami hal serupa sebelumnya) yang biasanya terjadi dalam keadaan maya namun kali ini benar-benar nyata. Bagaimana tidak, spot jeglug masih segar dalam ingatan saat dalam semalam menyajikan dobel strike kali ini terulang kembali. Setidaknya ada dua kemiripan antara perjalanan mancing beberapa bulan yang lalu dengan rabu malam kemarin di spot ini. 
     Pertama, Keduanya merupakan perjalanan "Glitik" atau mancing sesa'at dimulai dari jam 9 malam berakhir menjelang pagi. Kedua, Terjadi persamaan double strike dalam sesi perburuan ini. Perjalanan pertama menghasilkan GT 25 & 20 kg sedangkan perjalanan kemarin berhasil mengawinkan GT 17 & 10 kg. Suatu kebetulan yang tentusaja terbangun dari proses ketidaksengajaan. Namun demikian yang terjadi adalah nyata adanya. Sehingga tidaklah berlebih fenomena dejavu seseorang yang biasanya maya, kali ini nyata adanya. (wgm.)


Senin, 09 April 2012

Bingkisan ringan spot Grindan


Minggu 10/4/12. Perjalanan mancing spot Grindan memberikan satu buah tangan. Kerapu bobot sedang 11 kg berhasil dinaikan. Meski bukan ikan target setidaknya bisa memberikan warna tersendiri. Dari memorabilia (gambar pajangan) yang didominasi ikan GT satu nuansa terlihat berbeda meskipun bobot bukan kategori ikan monster. Ini dia bingkisan ringan Kerapu spot Grindan !

Selasa, 20 Maret 2012

SPOT DLUWUK & Upaya pemecahan rekor

     Menelaah catatan panjang perjalanan mancing kami, ada satu hal menarik untuk dicermati. Catatan tentang berat ikan yang berhasil kami naikkan rata-rata dikisaran 17 hingga 23 kg. Ikan terberat masih terpatri di angka 27 kg, GT pantai Pakis. Hingga perjalanan kemarin  ke spot Dluwuk memberikan asa akan terciptanya rekor baru.
     Sabtu,17 Maret 2012 berempat kami mengunjungi pantai Dluwuk. Pantai yang berada disebelah barat kawasan wisata pantai Baron ini beberapa kali menyajikan jamuan strike yang layak dinikmati. Diawali dengan perjalanan santai menelusuri jalan Wonosari - Baron dilanjutkan trak jalan kaki  menelusuri pantai kurang lebih satu kilometer dibantu porter akhirnya tiba dilokasi.

    
     Bergegas kami menyiapkan tenda sementara beberapa rekan lainya sibuk mencari lubang tempat kami menancapkan piranti andalan joran beachcast yang setia menemani. Waktu menunjuk pukul 8 malam seperti biasa terasa cepat berlalu meskipun 3 jam sudah kami menunggu. Kuarahkan sejenak senterku menerangi riuhnya pecahan ombak. Hemm..airnya agak keruh banjir sungai yang bermuara dipantai baron kemungkinan mulai menyebar ke spot kami. Namun keruhnya air ternyata tidak sertamerta membuat keruh semangat kami. Joran tetap kami lempar, umpan berkali-kali tetap kami ganti. Mungkin dalam hati masing-masing memiliki satu visi yang selalu seragam bila didiskusikan: Yaa.. daripada wedangan neng omah, sekali-kali wedangan neng pinggir segoro ( kata-kata stimulan untuk menghibur diri misal tidak ada sambaran ikan..)
     Kurang lebih pukul 10 malam disaat mata mulai rapuh tiba-tiba terdengar teriakan : " Reel-e sopo kae munii !!.. Sontak bersama-sama kami terbangun menyasar pandang satu persatu kearah joran yang terpancang dan terlihat satu joran meliuk tajam dan Strike!!.
Eksekusi dimulai!..manuver ikan terlihat liar mengarah tak beraturan. Kompa!..Kompa! semakin dikompa ikan semakin berontak tak karuan pertanda bukan ikan sembarangan. Pertarungan terus berlangsung tiap kali ikan sampai kepinggir lautan dan jangkar telah disiapkan, seperti dihentak ikan kembali ketengah lautan.
Benar-benar ikan yang tak kenal menyerah karakter seperti ini biasnya hanya dimiliki oleh ikan-ikan bobot diatas 20 kiloan. Akhirnya setelah kurang lebih 30 menit melakukan pertarungan jangkar bisa kami turunkan dan ikan berhasil kami naikkan dan Woow..ternyata benar..bukan ikan sembarangan ! GT besar berhasil kami naikkan bobot perkiraan saat itu 30 kiloan ditilik dari besarnya ikan dan pengalaman merasakan beratnya menjangkar ikan. Harapan rekor baru akan timbul, rekor lama terpecahkan! Malam itu ikan langsung kami simpan, esok hari akan ditimbang menghilangkan rasa penasaran.
     Esok hari kami berkemas lebih cepat satu monster GT dan bluefin tuna bobot sedang berhasil kami bawa pulang. Tiba di basecamp ikan langsung kami timbang tertunjuk angka ditimbangan 24.5 kg. Upaya pemecahan rekor yang tertunda,  "GT monster Pakis ternyata engkau masih yang terhebat!..Team,genderang berburu mulai bertalu!..Tetap Semangat!













Minggu, 12 Februari 2012

SPOT JEGLUG, Iseng-iseng berhadiah

     Sebelumnya,tak ada rencana mancing ketika akhirnya sore kami memutuskan mengunjungi spot ini. Dengan persiapan terbatas, bekal apa adanya dan umpan sisa-sisa bertiga kami mengunjungi spot ini.
     "Glitik" istilah jawa yang bila didiskripsikan dalam kontek memancing kurang lebih - berangkat mancing hanya sebentar saja tanpa menginap dilokasi, biasanya karena benturan waktu yang terbatas tapi keinginan mancing tiba-tiba muncul.
     Kurang lebih pukul 21.00 kami mengawali perjalanan "glitik" kami. Spot yang dituju pantai Jeglug yang terletak disebelah barat obyek wisata pantai Baron. Spot ini ditilik dari sudut pandang teknik pancing karangan tidaklah terlalu istimewa mungkin pertimbangan jarak tempuh yang tidak terlalu jauh menjadi pilihan utama pada saat itu. Kurang lebih 15 menit selesai umpan awal dilempar, sambutan istimewa langsung kami terima! GT 25 kg berhasil kami naikkan. Selang beberapa menit pada saat nafas masih memburu, umpan kembali disambar ikan dan Strike! namun sayang belum sempat ikan terangkat keatas tali terlanjur terputus.  Namun tampaknya dewi fortuna benar-benar berpihak sepanjang malam itu, berkali-kali sambaran ikan terjadi begitu cepat dan strike untuk kesekian kalinya GT 20 kg berhasil kami naikkan.! Sayang, karena keterbatasan umpan dan minimnya bekal memaksa kami mengakhiri petualangan saat itu. Ya..petualangan semalam yang tak terlupakan. Petualangan singkat namun penuh berkat.! Dua monster GT menemani perjalanan pulang kami.





Minggu, 29 Januari 2012

SPOT KIJINGAN, menyibak pantai perawan sarat petualangan


      Mendengar kata "Kijingan" konotasi sebagian orang adalah pemakaman. Bagaimana tidak, Kijingan dalam istilah bahasa jawa berasal dari kata dasar "Kijing" yang berarti batu nisan.Terdengar sedikit ngeri seperti halnya perjalan mancing kami kelokasi yang kebetulan memiliki nama sama dengan istilah ini (Atau memang penduduk sekitar sengaja menamai lokasi ini karena muatan historikal tersendiri)
     Awal perjalanan, kami sudah dihadapkan oleh  trek jalan kaki yang melelahkan. Setelah sampai dibibir lautan sejenak kami terhenti oleh tebing curam menghadang seakan jalan buntu yang mustahil dilalui. Belum sempat pertanyaan kami lontarkan seketika porter berucap seolah mengerti keraguan yang muncul dalam hati: .."Lha ya benar itu mas..kita turun lewat jalan ini !"..sambil menunjuk kebawah jalan terjal sedikit sisa jejak kaki. Perlahan kami meletakan tapak kaki menuruni tebing curam sesekali mendongok keatas mengalihkan rasa ngeri.


     Misal boleh saya mengibaratkan dengan serangkaian ujian, ujian kedua telah berhasil dilalui. Tantangan ketiga keseimbangan badan koordinasi tangan dan kaki. Sampai didasar tebing dua bilah bambu diletakkan sarana titian menuju kesebuah batu. Pelan tapi pasti satu persatu kami lalui dengan bantuan tangan meraih satu bambu diletakan tanpa tali sebagai tumpuan keseimbangan. Rasa sedikit lega ketika kaki telah berada diujung batu. Tantangan belum berhenti, didepan terlihat bentangan tali terhubung kesebuah pulau dengan kotak kayu diatasnya. "Wah, podo neng Pulau Kalong iki Lek !"..Gandulan meneh !"..Ya, mungkin ini ujian keempat sekaligus kami anggap yang terberat


     Hari menjelang sore ketika tangan-tangan kami mulai meraih tali. Tali terasa sedikit rapuh sempat menciutkan nyali. Namun dengan ketetapan hati satu persatu kami mulai meluncur diatas kotak kayu dengan mesin pengerak ayunan tangan berbahan bakar nasi. Jarak yang dilalui lumayan membuat pegal tangan dan sesekali terpaan angin kencang memaksa sejenak berhenti untuk kembali menyeimbangkan irama gerakan tangan.Tiba diujung batu (tepatnya sebuah pulau kecil) kami istirahatkan sejenak tubuh dan satu lagi tantangan terlampaui apakah ini menjadi rintangan terakhir? Jawabnya tidak!. Ada satu lagi ujian yang harus dilalui.





     Dua batang bambu panjang diletakan menghubungkan dua pulau batu. Satu batang lagi diletakan diatas tancapan potongan kayu sarana penyeimbang pegangan tangan. Rintangan akhir terlampaui, sampailah kesuatu pulau harapan. Harapan akan ganasnya ikan pemangsa! Ya inilah pulau Kijingan yang terletak diwilayah barat pantai Ngungap. Spot yang masih menjanjikan walaupun trip pertama kami tanpa sambaran ikan. Setidaknya dari karakter banyaknya bebatuan kami yakin segerombolan ikan monster masih mendiyami pulau ini.

Sabtu, 21 Januari 2012

SPOT SIRAT Terminalnya orang mancing


   Bagi seorang pemancing saat tertentu mengikuti kata hati itu diperlukan satidaknya saya pribadi dalam mentukan spot mana yang akan dituju selalu mengikuti kata hati analogi serderhana karena lokasi yang sesuai dengan harapan akan membuat kita bersemangat mendapatkan ikan. Ternyata dalil ini tidak berlaku untuk trip mancing kali ini. Rencana awal tim, spot yang akan dituju adalah Pantai Kepek pada akhirnya tim berubah pikiran menuju Pantai Sirat kalau boleh saya menyebut terminalnya orang mancing.
      Awal cerita, tim berangkat kurang lebih jam 15.00 sore lebih awal dari biasa karena spot yang akan kita tuju adalah pantai yang kebetulan seluruh tim sama sekali belum pernah kesana. Berbekal informasi minim kami mulai menelusuri jalan Wonosari - Panggang dangan masih menyisakan tanya. hanya satu kunci jawab "Pokoke engko dalan arep tekan Sirat, ono gubuk terakhir kiri jalan terus mblusuk mlebu ngiwo"..dan memang benar setelah kami sampai digubuk yang dimaksud,awal perjalanan dimulai. Diawali dengan menelusuri dataran landai terus naik gunung, turun gunung, naik lagi,turun lagi, kesasar nanya orang,naik lagi, turun gunung lagi...singkat cerita setelah tinggal separoh nafas akhirnya sampai juga dilokasi. Namun apa yang dibayangkan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan lokasi yang kami temui ( benar Kepek atau bukan! ) tebingnya terlalu tinggi terlalu sulit untuk menaikan ikan menggunakan jangkar. Bibir tebing bebatuan rapuh diselimuti rumput licin tentusaja berbahaya pada saat kami bertarung melawan ikan. Setelah berdiskusi sebentar akhirnya tim memutuskan pindah lokasi ! "Terus kemana? tiada pilihan lain kecuali pantai Sirat demikian tim memutuskan pada saat itu. Wah, saraf otak yang memberikan sinyal ke sensor motorik tubuh serasa menegang kembali membayangkan mengulang kembali perjalanan berliku yang baru saja dilalui dengan jeda istirahat menit bila dihitung tidak menghabiskan sepuluh jari.
     Singkat cerita, akhirnya tim tiba dipantai Sirat pantai yang bagi saya pribadi dan mungkin pemancing karang lainya serasa rumah kedua. Disaat anggota tim sibuk menyiapkan peralatan mancing saya lebih sibuk menyiapkan tenda karena tubuh serasa butuh rubuh. Bagai daging tanpa tulang tubuh langsung lunglai berbanding lurus dengan semangat mancingku yang saat itu tak tegak.Ya..mungkin malam ini lebih banyak waktu tersita didalam tenda ditambah badai angin yang menyulitkan saat melempar umpan.tak terasa saat ketika mata terbuka hanya hitam gelap malam sekejap terpejam dan kembali terbuka langit sudah berubah warna terang pagi. Tidur yang lumayan nyaman! bergegas kusiapkan pancingku karena segarnya udara pagi mempompa kembali semangat memancingku.
     Kurang lebih jam 5 pagi joran-joran kami tancapkan kembali. Udara segar pagi perlahan masuk ke pori mengisyaratkan dinginya pagi. Wedang!..Wedang!...Wedang!..terdengar teriakan dari dalam tenda menawarkan kehangatan. Secangkir teh tubruk serasa nikmat mengalir ke tubuh yang masih agak penat. Tak terasa 1 jam berlalu tanpa ada gerakan joran sambaran ikan. Ketika beberapa saat kuganti kembali umpanku tiba-tiba hujan turun yang mengiring kembali kami kedalam tenda. Didalam tenda kami kembali berkumpul sambil sesekali melirikkan mata mengamati gerakan joran. Tiba-tiba terlihat satu joran melengkung tajam yang serempak membuat kami berdiri dan berlari. Strike!! tampak joran terus melungkung terlepas dari dudukan dan terlempar kedepan. beruntung dalam pososi joran tergeletak dibibir tebing tuas ril masih terkait dibebatuan sehingga joran tidak terlempar kelautan. Segera kami raih joran kencangkan drag dan, Pompa!..Pompa!..ternyata perlawanan ikan tidak berasa liar dan kuat. apakah ini pertanda ikan tidak terlalu besar, dan ternyata benar..setelah diturunkan dan angkat jangkar baby GT terlihat muncul kepermukaan. Dalam hati saya berkata, untung hanya baby GT! misal Mbah-nya GT pasti satu set pancing melayang ditelan dalamnya lautan.
     Masih dalam kondisi adrenalin meninggi kembali kami bergantian melempar umpan dan luar biasa berkali-kali umpan disambar ikan sepertinya rombongan pemangsa bergerak kelaparan menuju tepi lautan.
Sekali lagi, Strike!! Tampaknya kali ini ikan monster memakan umpan ditandai dengan liar dan kuatnya tarikan mengarah ketengah lautan.Caru!..Caru! (sebutan masyarakat sekitar untuk GT) Jangkar diturunkan dan dinaikan, Wow. GT besar berhasil kami naikkan.!
     Hari menjelang siang ketika kami memutuskan untuk pulang. Barang-barang kami kemas tenda kami ringkas dan dalam perjalanan pulang kuputar kembali ingatan. Mengingkari kata hati ternyata tidak selamanya merugi atau mungkin kata hati berbeda dengan suara hati? Walahualam...!